-

-

Senin, 23 Mei 2016

Dilema Cinta (by Ungu)



Seberapa salahkah diriku 
Hingga kau sakiti aku 
Begitu menusukku 
Inikah caramu membalas
 Aku yang selalu ada saat kau terluka
 
Seberapa hinanya diriku
 Hingga kau ludahi semua
 Yang ku beri untukmu 
Tak ada satu pun perasaan 
Yang mampu membuatku begitu terluka
 
Namun ku terlanjur mencintai dirimu 
Terlambat bagiku pergi darimu
 Bagiku terlalu indah perasaan itu 
Tak mudah untukku menjauh darimu
 
Telah ku coba segala cara
 Tuk bahagiakan kamu 
Merebut hatimu 
Namun tak semudah yang ku bayangkan 
Bila kau tak inginkan ku 'tuk di sisimu
 
Tak pernah kurasakan sebelumnya 
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa 
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu
 
Namun ku terlanjur mencintai dirimu 
Terlambat bagiku pergi darimu
 Bagiku terlalu indah perasaan itu 
Tak mudah untukku menjauh darimu

Rabu, 04 Mei 2016

Tiffany Kenanga (Jangan Bersedih)



Mati satu tumbuh seribu
Patah hati jangan mengeluh
Masih banyak hati yang lain
Yang menanti tuk kau singgahi

Putus cinta soal biasa
Sedihnya jangan lama-lama
Nanti kau bisa mati rasa
Tegarkan hatimu dan melangkahlah

Suatu saat nanti kan kau dapatkan
Pujaan hati yang kan kau dambakan
Ini semua telah Tuhan rencanakan
Jadi jangan bersedih lagi

Putus cinta soal biasa (putus cinta soal biasa)
Sedihnya jangan lama-lama
Nanti kau bisa mati rasa
Tegarkan hatimu dan melangkahlah

Suatu saat nanti kan kau dapatkan
Pujaan hati yang kan kau dambakan
Ini semua telah Tuhan rencanakan
Jadi jangan bersedih lagi

Mungkin dia memang bukan jodohmu
Dipaksakan nanti sakit hatimu
Pilihan Tuhan pasti jauh terbaik
Jadi jangan bersedih lagi

Pilihan Tuhan pasti jauh terbaik
Jadi jangan bersedih lagi


Jumat, 29 April 2016

Biografi Iwan Fals

Jejak Rekam Iwan Fals

 

Lelaki bernama asli Virgiawan Listanto lahir di Jakarta, 3 September 1961 yang kemudian dipanggil Iwan Fals adalah anak dari pasangan Haryoso (ayah, almarhum) dan Lies (ibu). Menurut cerita ibunya ketika berumur bulanan setiap kali mendengar suara adzan magrib selalu menangis. Semasa kecilnya Iwan Fals pernah sekolah di Jeddah, Arab Saudi, di KBRI selama 8 bulan. Waktu pulang dari Jeddah ketika musim haji di saat kebanyakan orang membawa air zam-zam Iwan kecil menenteng gitar kesayangannya. Dalam perjalanan pesawat dari Jeddah ke Indonesia seorang pramugari menghampirinya dan meminjam gitar. Tapi begitu baru akan memainkan pramugari itu heran karena suara gitar fals. Waktu itu Iwan Fals belum bisa nyetem gitar. Pramugari itu membetulkan dan mengajari memainkan lagu Blowing in the Wind milik Bob Dylan.

Dari kecil Iwan Fals gemar olah raga. Iwan Fals aktif di bidang beladiri karate, silat, yudo, dan jenis olahraga yang lain seperti sepakbola, basket, dan volly. Di bidang olahraga Iwan Fals sempat berprestasi. Pernah Juara II Karate Tingkat Nasional. Pada tahun 1989 Juara IV Karate Tingkat Nasional. Iwan Fals juga sempat melatih karate di STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Tapi ternyata musik menjadi pilihan. Musik adalah olah rasa. Iwan Fals menghilangkan filosofi menang-kalah. Terjun di dunia olah raga selalu saja ada menang-kalah.

Perjalanan karir musik Iwan Fals dimulai ketika sekolah di Bandung. Iwan Fals mulai ngamen saat duduk di bangku SMP. Perhatian lebih banyak tercurah pada gitar. Teman-teman Iwan Fals biasanya memainkan lagu-lagu Rolling Stones tetapi Iwan Fals lebih memilih memainkan lagu sendiri. Dengan memegang prinsip hidup mengalir dan memandang hidup dengan sederhana maka tercipta lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, membuat orang bahagia. Jelek-jelek yang penting lagu ciptaan sendiri, ujar Iwan Fals. Kalau ada hajatan, kawinan, atau sunatan, Iwan Fals datang untuk menyanyi. Dulu yang menemaninya adalah Engkus seorang tukang bengkel sepeda motor. Karena di bengkel selalu banyak pengunjung maka Engkus tahu jika ada orang yang punya hajatan.

Bambang Bule dari Jakarta datang ke Bandung mencari tahu keberadaan Iwan Fals. Beliau datang membawa tawaran rekaman karena sebelumnya mendengar Iwan Fals dari Radio 8 EH milik ITB. Mahasiswa ITB aktif berdemonstrasi sering mengajak Iwan Fals di mimbar mahasiswa. Saat itu Iwan Fals masih sekolah di SMAK BPK Bandung. Bambang Bule berhasil bertemu Iwan Fals. Bermodalkan uang hasil menjual sepeda motor untuk membuat master, Iwan Fals bersama Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul memutuskan rekaman di Istana Music Records Jakarta. Rekaman Amburadul ternyata kasetnya tidak laku. Iwan Fals ngamen lagi dan kadang-kadang ikut festival. Setelah meraih juara di festival musik country , Iwan Fals mengikuti festival lagu humor yang diselenggarakan Lembaga Humor Indonesia. Oleh Arwah Setiawan (almarhum) lagu-lagu humor Iwan Fals lalu direkam, diproduseri Handoko. Nama perusahaannya ABC Records. Rekaman ramai-ramai bersama Pepeng, Krisna, dan Nana Krip. Tetapi rekaman ini pun tidak sukses tetap minoritas dinikmati kalangan tertentu seperti anak-anak muda.

Akhirnya Iwan Fals rekaman di Musica Studio dan musik Iwan Fals mulai digarap serius. Album Sarjana Muda misalnya, musiknya ditangani Willy Soemantri. Meski sudah rekaman dan kaset cukup laku tetapi kebanyakan orang hanya tahu nama tidak kenal wajah. Iwan Fals tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan Fals mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Iwan Fals berhenti ngamen setelah lahir anak kedua, Cikal yang lahir tahun 1985. Kemudian masuk televisi setelah tahun 1987 dan Lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI.

Iwan Fals memiliki kepekaan, lembut, dan mudah tersentuh oleh potret kehidupan di sekitarnya. Iwan Fals menulis syair dengan kedalaman hati. Kebenaran ada di hati dan masuklah sampai ruang terdalam maka dengarkanlah suara beningnya. Suara hati lebih jujur dan bebas mengekspresikan diri. Bagi Iwan Fals, menulis syair adalah rutinitas. Ibarat petani dari subuh dia bangun ambil pacul langsung pergi ke sawah dan mencangkul. Tidak pernah berpikir harus mencangkul yang mana dan tidak pernah berpikir mau tumbuh atau bahkan terserang hama. Begitupun Iwan Fals dalam menulis syair, tidak mesti menunggu mood. Yang Iwan Fals lakukan ambil gitar, memetik gitar, bernyanyi dan entah seperti apa jadinya.

Selama Orde Baru, ada beberapa jadwal konser Iwan Fals yang dilarang dan dibatalkan oleh pihak keamanan karena lirik-lirik lagunya yang kritis, demonstratif, dan membangkitkan perlawanan massif. Ketika Sofyan Ali menggagas rencana tour 100 kota di seluruh Indonesia terhalang oleh pembatalan izin secara tiba-tiba oleh kepolisian. Padahal seluruh perlengkapan, personel, seluruh persiapan konser sudah matang, dan sudah berada di lokasi konser Palembang. Akhirnya seluruh rangkaian tour 100 kota dibatalkan. Pada perjalanan panggung musik yang memarginalkan diri Iwan Fals, ada sedikit cahaya terang saat Iwan Fals menemukan ruang ekspresi dalam berkesenian di Bengkel Teater WS Rendra. Di sini tercipta media transformasi pemikiran kebudayaan untuk menambah wawasan dan berkarya maka terbentuklah Swami. Iwan Fals bertemu dengan Naniel, Sawung Djabo, Inisisri, Toto Tewel, Jerry, Tates, dan Cok Rampal maka lahirlah Swami yang namanya di ambil dari keadaan personil-personil berstatus sebagai suami dari masing-masing istri mereka. Saat bergabung dengan Swami nama Iwan Fals semakin mencuat dengan mencetak hits sangat fenomenal, Bento dan Bongkar. Perjalanan musik Iwan Fals terus berlanjut ketika Kantata Takwa pada tahun 1990 merilis album. Kantata Takwa, adalah sebuah proses interaksi individu-individu berkarakter yang dipayungi WS.Rendra (penulis sajak / lirik), Setiawan Djody (fasilitator), Jocky Suryo Prayogo (arranger / keyboard), Donny Fatah (bassis), Inisisri (drumer / perkusi) dan Sawung Djabo - Iwan Fals (pencipta lagu / penyanyi).

Mengamati perjalanan musik dan karya Iwan Fals sangat menarik untuk dikaji dan dibicarakan. Iwan Fals mengalami metamorfosis maka syair yang ada dari awal kelahirannya hingga sekarang sangat sarat dengan warna-warni kehidupan. Bisa dikatakan Iwan Fals tidak hanya kritis tetapi juga humanis, patriotis, humoris, romantis, filosofis bahkan agamis sehingga warnanya beraneka ragam namun tetap berkarakter sebagai Iwan Fals yang kita kenal saat ini.


Iwan Fals dan Keluarga

Iwan Fals menikah dengan Rosana atau yang akrab disapa Mbak Yos. Dari pernikahan ini Iwan Fals dianugerahi tiga orang anak yaitu Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae dan Raya Rambu Rabbani. Nama yang kedengaran unik namun memiliki arti. Dan setiap nama anaknya selalu ada nama Rambu yang artinya tanda atau petunjuk, maksudnya supaya mereka menjadi tanda atau petunjuk bagi dirinya maupun bagi kehidupan orang-orang sekitarnya.

Galang Rambu Anarki adalah nama pilihan. Sebelumnya neneknya (Ibu Lies) memberi nama Galang Rambu Al Amin. Mba Yos memberi nama Galang Rambu Lanang (Lanang adalah Bahawa Jawa, artinya laki-laki). Galang adalah nama sebuah pulau pengungsian di Vietnam yang bermakna tempat bernaung atau tempat menampung. Galang Rambu Anarki tumbuh menjadi anak lelaki yang mudah bergaul, memiliki kepekaan sosial, memanusiakan orang, mudah bergaul sehingga menurut pengakuan Mbak Yos di rumahnya sering berkumpul setiap harinya sekitar 10 sampai 15 orang teman-temannya Galang. Anarki artinya saling membangun antara satu dengan yang lainnya. Nama Galang dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini , yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981). Galang mengikuti jejak ayahnya sebagai musisi. Galang bergabung sebagai gitaris dalam kelompok musik Bunga. Namun Galang begitu cepat berlalu menghiasi kebahagiaan hidup. Pada tanggal 25 April 1997 Galang meninggal dunia. Iwan Fals sejak itu cukup lama menghilang dari dunia musik. Iwan Fals mulai aktif lagi pada tahun 2002 dengan menciptakan album yang bertajuk Suara Hati. Di dalam album ini ada lagu yang bercerita tentang keikhlasan menghadapi kenyataan kepergian Galang yang berjudul Hadapi Saja. Dalam lagu ini Mbak Yos juga ikut menyumbangkan suaranya. Atas nama cinta, Mbak Yos berusaha selalu hadir menemani Iwan Fals.
Annisa Cikal Rambu Basae atau dikenal dengan panggilan Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Annisa artinya wanita. Cikal adalah tunas. Basae adalah penggempur benteng. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anissa pada tahun 1986. Lirik lagu ini cukup kritis dan perusahaan rekaman batal menyertakannya. Namun ada kesamaan antara lagu Galang Rambu Anarki dan Annisa yaitu pada bait terakhir yang berbunyi :

Cepatlah besar matahariku menangis yang keras janganlah ragu tinjulah congkaknya dunia buah hatiku doa kami di nadimu.
Cepatlah besar matahariku menangis yang keras janganlah ragu hantamlah sombongnya dunia buah hatiku doa kami di nadimu.

Pada tahun 2007 Cikal turut serta mengelola manajemen Iwan Fals sebagai Direktur PT Tiga Rambu. Pekerjaannya ini membuat Cikal lebih fokus mengurus perusahaan maka tak heran jika Cikal selalu hadir dalam setiap kesempatan tour Iwan Fals. Cikal menikmati pekerjaan ini karena lahir dari musik dan besar dari musik maka kehidupan Cikal tak bisa lepas dari musik.

Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals diberikan anugerah yakni lahir seorang anak lelaki yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Raya adalah sebuah jalan besar. Rabbani adalah karena Allah semata. Saat itu usia Mbak Yos mengandung Raya adalah 42 tahun. Kehadiran Raya ini seakan jawaban rahasia Illahi dan memberi inspirasi dalam perjalanan karir Iwan Fals selanjutnya. Menurut pengakuan Mbak Yos, putra bungsunya itu sempat bertanya kenapa dirinya tidak dibuatkan lagu seperti kedua kakaknya. Sebab, selama ini ia hanya mendengarkan lagu Cikal dan Galang Rambu Anarki yang diciptakan Iwan Fals untuk kedua kakaknya. Nama Raya sebagai putra ketiga dikukuhkan menjadi judul untuk album terbaru Iwan Fals.


Menuju Nyanyian Raya

Pikiran-pikiran gila orang-orang berjiwa sehat adalah sosok manusia gila yang bisa merubah dunia. Manusia gila bukan berarti sakit jiwa tetapi manusia berakal sehat berhati sehat dan memiliki mimpi. Mimpi besar Iwan Fals adalah menjawab dan membuktikan bahwa dirinya pantas disebut legenda dengan mengumpulkan 4 juta penonton bernyanyi bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya. Cita-cita mulia ini adalahmovement, mengajak masyarakat Indonesia untuk berani memberikan inspirasi, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Ide gila ini direspon oleh Net TV. Net TV beriringan dan menjadi sejalan dengan impian Iwan Fals untuk mewujudkan cita-cita bersama ini. Konser Suara Untuk Negeri ini adalah perjalanan menuju Nyanyian Raya. Puncak dari rangkaian konser Iwan Fals Suara Untuk Negeri adalah konser besar Iwan Fals bertajuk Nyanyian Raya, yang akan diselenggarakan segera setelah Pemilu Presiden 2014. Dan dalam konser tersebut, menjadi pembuktian kepada dunia pemecahan rekor Guinness Book of World Record yang berskala internasional.

Masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi secara langsung dalam Net Movement dengan datang ke konser Iwan Fals Suara Untuk Negeri, yang diadakan di 4 kota di Indonesia yaitu Medan, Bandung, Jakarta, Surabaya. Konser adalah silaturahmi dan kehadiran anda di sana siapapun anda dan dari manapun anda akan menjadi satu jalinan rasa yakni satu hati satu jiwa satu nusa satu bangsa. Silaturahmi adalah kekuatan dan kita akan menjadi pelaku sejarah. *sr

Bandung, (21/4/14)

source: http://www.iwanfals.co.id

What is a T/T payment?

Dear sahabat blogger

Yups,... setelah sekian lama gak pernah update di blog ini, akhirnya kali ini saya akan coba posting something lagi di blog ini. Postingan kali ini saya akan coba berbagi sedikit informasi tentang T/T payment dalam persyaratan pembayaran atau terms of payment. Bagi teman-teman yang sudah biasa menangani masalah Export-Import atau yang lebih familiar disebut dengan singkatan exim.

Bagi teman-teman yang bekerja pada bagian Purchasing ataupun Accounting (finance) pasti sudah tidak asing dengan istilah T/T payment.

Postingan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya yang bekerja pada bagian purchasing atau bagian pembelian. Dengan sedikit pengetahuan/ilmu yang saya miliki dari hasil mencari tahu ataupun bertanya kepada orang yang lebih ahli, semoga dapat membantu teman-teman dan semoga postingan yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

So,.. langsung saja mari kita belajar ;-)

Pembayaran T/T merupakan singkatan dari Telegraphic Transfer atau jenis pembayaran tercepat, mungkin bila di Indonesia bisa diterapkan dengan metode pembayaran via transfer antar bank.

T/T hanyalah sebuah metode pembayaran, bukan jangka waktu pembayaran.
Jika ketika anda membicarakan jangka waktu pembayaran dengan pelanggan,
Anda harus mengatakan "TT + Waktu batas", sebagai contoh :

- T/T Before delivery/shipment = Sebelum pengiriman.
  Artinya pembayaran harus segera dilakukan (secara transfer atau cara yang lainnya)
  sebelum barang dikirimkan.

- T/T within 15days after shipment = dalam 15 hari setelah pengiriman.
  Artinya pembayaran harus segera dilakukan (secara transfer atau cara yang lainnya)
  dalam jangka waktu 15 hari setelah dilakukan pengiriman.

- 100% T/T remittance before 5 days of shipping closing date.
   Artinya pembayaran harus segera dilakukan (secara transfer atau cara yang lainnya)
   dengan pembayaran penuh 100%, dalam jangka waktu 5 hari dari tanggal penutupan
   pengiriman. (biasanya sebuah perusahaan yang melakukan export import dalam
   bisnisnya, mempunyai pengaturan tanggal penutupan pengiriman, tanggal penutupan
   pengiriman pada tiap perusahaan biasanya berbeda-beda, tergantung kebijakan
   perusahaan masing-masing.

T/T ini tidak hanya seperti contoh diatas. Tentunya masih banyak T/T yang diberlakukan pada tiap perusahaan. Bisa dilakukan sebelum pengiriman, di awal pengiriman, ataupun setelah pengiriman. Hal ini bergantung pada ketentuan perusahaan itu sendiri, dan juga
bergantung pada kesepakatan antara kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli. 

Dari contoh diatas bisa dipahami bahwa T/T tidak bisa berdiri sendiri, T/T harus disertai
dengan ketentuan pembayaran atau batas waktu tertentu. Jika yang dicantumkan hanya T/T, itu bisa mengartikan dalam waktu yang lebih lama.

Demikian sedikit informasi yang bisa saya bagikan, semoga dapat dimengerti, dipahami, dan dapat bermanfaat tentunya.

Belajar tidak harus didapatkan dibangku sekolah, tetapi belajar juga bisa dilakukan dimanapun, kapanpun, dari hal apapun tentunya banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran. 

So, jangan pernah berhenti untuk belajar dan jangan pernah ragu untuk berbagi ilmu yang kita miliki.
  
Have a nice day, See ya!

Senin, 04 April 2016

Kekecewaan!!!

Aku sudah pernah duduk di sana
Tempatmu termenung saat ini
Merutuk dan mengutuk diri sendiri
Berdebat dengan waktu 
Yang kau anggap tak membangunkanmu tepat waktu
Berunding dengan Kesempatan kedua, ketiga, dan kemustahilan

Aku sudah pernah ada di depan cermin itu
Tempatmu tertegun saat ini
Memandangi raga yang mulai ditinggalkan jiwanya
Menatap nanar mata yang mulai kehilangan sinarnya.




Senin, 17 November 2014

Demi kamu, kalian dan karena-Nya


Demi kamu kan ku kejar.
Demi kalian kan ku gapai.
Ku lakukan semua karena-Nya.

Semoga Tuhan mencurahkan rahmat dan karunianya melalui senyum dan keridhaanmu.

Semoga Tuhan memudahkan segala yang aku upayakan.
Kan ku ukir senyum termanis dan tangis bahagia diwajahmu.
Semoga Tuhan mengizinkan, Aamiin ...

love you so much my family ,.. mmmmuuuuuuuuuuaaaaaaaaacccccccccchhhhhhhhh  

Rabu, 08 Oktober 2014

Buat si Babeh Tersayang



Ayah...
Abah...
Abi...
Bapak...
Baba...
Babeh...

Bokap...
Dady...
Papah...
Papih...
Pipih...
Papap

dan lain sebagainya.


Setiap orang pasti memiliki panggilan sayang tersendiri kepada orang tua laki-lakinya. Apapun panggilan sayang Anda terhadap beliau tentunya melambangkan rasa hormat Anda kepada orang tua Anda. Begitu juga saya pastinya dengan penuh kebanggan disini saya akan menceritakan sedikit tentang ayah saya tercinta :)

Babeh,.. (sebutan/bahasa betawi untuk orang tua laki-laki) ini panggilan sederhana saya kepada orang tua laki-laki saya. Berbeda dengan kedua kakak saya yang memanggilnya dengan sebutan Abah. Meskipun kami bukan berasal dari suku betawi tulen, namun bahasa betawi adalah bahasa yang kami pakai sehari-hari dirumah dan lingkungan tempat tinggal kami. Maklum tinggalnya di pinggiran kota BSD alias Bekasi Sonoan Dikit ckckckckk,. :D

Ayah saya adalah laki-laki pertama yang membuat saya jatuh cinta. Sosoknya yang sangat luar biasa yang hingga saat ini saya sangat menghormati dan menyegani beliau.

Ayah saya bukanlah sosok yang berbadan tinggi besar dan kekar namun ayah saya adalah orang yang paling berjiwa besar dan paling sabar.

Ayah saya bukanlah orang yang berpendidikan, namun ayah saya adalah orang yang mengusahakan entah bagaimana caranya agar anak-anaknya bisa memperoleh pendidikan sebaik mungkin.

Ayah saya bukanlah orang yang ahli agama, namun ayah saya adalah orang yang dengan caranya sendiri memberikan pendidikan agama kepada anak-anaknya entah itu dimasukkan ke sekolah agama atau memanggilkan guru ngaji ke rumah, dan lain sebagainya. Ada saja cara untuknya agar kami mengerti ilmu akhirat.

Ayah saya adalah orang yang diam bahkan paling pendiam di rumah kami. Tapi jangan salah, dibalik diamnya beliau, beliau adalah orang yang paling perhatian terhadap anak-anaknya. Diluar mungkin terlihat cuek dan masa bodo, tetapi sebenarnya beliau bertanya dengan sedetail mungkin kepada Ibu kami untuk mengetahui semua kegiatan anak-anaknya.

Ayah saya bukanlah orang yang bisa diajak berdiskusi, jangan berharap jika kita berbicara atau bercerita kepada beliau mendapatkan feedback dari beliau, itu sesuatu yang tidak mungkin ha ha ha ... hanya dengan menganggukkan kepalanya itu sudah cukup mewakili jawaban beliau. Terus anak-anaknya mengerti dengan kode tersebut,..? ya enggak, saya aja bingung... ha ha ha apa sebetulnya arti dari kode beliau tadi, kami hanya mengira-ngira :D . Ya... begitulah si babeh aye :D.

Segala sesuatu kami diajarkan untuk memikirkan sendiri, menimbang, memutuskan, dan memilih sendiri. Kalaupun ada yang harus diputuskan beliau hanya memberikan gambaran saja, selebihnya dikembalikan kepada anak-anaknya untuk mengambil keputusan.

Dari sosok beliau saya banyak belajar banyak hal. Belajar bekerja keras, bertanggung-jawab, setia, sederhana, dll.

Semasa kecil saya sudah terbiasa untuk bekerja keras. Dibangunkan dini hari dan ikut ke pasar untuk  berbelanja barang dagangan/jualan bersama ayah saya merupakan rutinitas kami sebelum berangkat bersekolah. Badan saya yang kecil mungil sudah terlatih untuk mendorong roda/gerobak yang berisi sayur mayur atau buah-buahan hasil panen kami yang sudah kami package sedemikian rupa sebelum dijajakan kepada para makelar yang sudah berbaris rapi dipinggiran pasar. Jika barang dagangan sudah laku dibeli oleh para makelar, barulah saya diantarkan ke tukang ojek dan diantarkan pulang ke rumah untuk bersiap-siap pergi kesekolah. Sedangkan ayah saya melanjutkan aktifitasnya membeli sayur mayur yang akan dijual berkeliling sekitar kampung tempat tinggal kami. Sementara itu Ibu saya sudah stand by di rumah menunggu kami pulang dan menyiapkan sarapan dan kebutuhan sekolah kami.

Kami diajarkan untuk bertanggung-jawab mulai dari hal-hal sederhana. Misalnya menjaga barang-barang milik kami pribadi seperti buku pelajaran, pensil, baju seragam, dll. Dan juga menjaga barang-barang yang ada dirumah. Karena kami mendapatkan barang-barang tersebut dengan usaha yang kami lakukan sebelumnya, jadi kami bertanggung-jawab untuk menjaga, memelihara atas barang tersebut. Contoh kecil ketika itu saya sangat ingin beli tas baru, Ibu dan Ayah saya tidak langsung membelikan begitu saja. Ada syarat-syarat yang harus saya penuhi agar sebelum saya mendapatkan tas tersebut. Ibu dan Ayah saya memberikan syarat "saya akan dibelikan tas baru asalkan saya mendapatkan peringkat 1 dikelas". Ayah dan Ibu saya memancing saya agar termotivasi mendapatkan peringkat pertama dikelas dan akan dibelikan hadiah yaitu tas baru sesuai dengan keinginan saya. Berartikan ada usaha sebelumnya sebelum memperoleh sesuatu, makanya kita diajarkan untuk menjaga sesuatu yang sudah kita dapatkan dengan usaha dan susah payah tersebut.

Belajar setia
Setia,.. selingkuh tiada akhir? atau setiap tikungan ada? bukannnnnn,.. bukan itu maksudnya. Setia dalam arti yang sebenarnya. Sikap yang bagi sebagian orang mungkin dianggap tidak mudah dan butuh komitmen yang kuat. Banyaknya godaan dari berbagai unsur tentunya menjadi tantangan tersendiri.

Saya belajar setia dari Ayah saya. Sepeninggal Ibu kami 5 tahun yang lalu, rupanya tidak mengubah sikap dan komitmen ayah saya terhadap almarhumah Ibunda kami tercinta. Entah karena anak-anaknya masih kecil dan menjadi tanggung jawab Ayah sepenuhnya atau karena gak ada yang mau sama si Babeeehhh,.. jiakkhhhh kasian amat si pakkk??? :'( #muka melas

Yang jelas saya tau sampai dengan detik ini Ayah saya masih setia kepada almarhumah Ibunda kami,  pasti karna belia sangat menyayangi almarhumah Ibunda kami dan juga anak-anaknya.


SETIA KEPADA YANG DICINTA, begitu katanya si Babeh. haseekkkk gaya juga ya Babeh aye bisa bikin kata-kata begitu ckckckckck,.. #pasang muka gak percaya :D.

Setia kepada yang dicinta artinya bagaimana cara kita mencintai sesuatu, baik kepada pasangan, keluarga, pekerjaan, dll. Jika sudah cinta pasti sikap setia itu akan muncul dengan sendirinya sebagai wujud dari tanggung-jawab kita.

Saya bingung apalagi yang mau saya ungkapkan disini, rasanya gak cukup 1.000 kata untuk melukiskan betapa sayangnya saya terhadap keluarga saya :'(

Saya bangga memiliki kalian, Ibunda dan Ayahanda yang sangat luar biasa, kalo boleh sombong, saya akan sombong. Yang saya sombongkan adalah ternyata sikap baik yang saya miliki kurang lebih diturunkan dari kedua orangtua saya. Jiakkkhhhh,.. kasian banget ya cuma itu doang yang disombongin hihihihi,.. :D. Banyak hal yang bisa saya ambil dan pelajari dari kedua orang tua saya, sedikit banyak mungkin bisa saya aplikasikan dikemudian hari ketika nanti saya memiliki keluarga sendiri beserta anak-anak saya nanti.

Ayah,..
Saya gak akan minta apa-apa sama Ayah. Saya cuma ingin Ayah sehat terus, Ayah dan anggota keluarga semua bisa kembali tersenyum, kita bercanda-canda bersama lagi, ketawa bareng.
Itu adalah mimpi sederhana saya, mimpi sederhana yang tidak mudah memang untuk diwujudkan.
Tapi saya harus yakin, dan harus bisa!!! Saya akan berusaha sekuat tenaga, pikiran, dan semampu yang saya bisa. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada saya untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, membahagiakan mereka, sebelum nanti tiba saatnya saya berbakti kepada suami dan keluarga kecil saya. 

Ayah harus tetap ada buat kami, Ayah harus menemani ketika nanti saya lulus kuliah, Ayah harus ada sampai nanti kami, saya dan adek-adek dewasa, menikah, punya cucu, cicit, dll.

Ayah harus melihat anak-anaknya sukses, suatu saat Ayah pasti bangga memiliki kami, sama seperti dulu ketika saya menjadi juara umum disekolah, dengan bangga Ayah menggendong saya dan berlari berkeliling disekolah, sampai orang-orang tertawa melihat tingkah Ayah. Ayah harus sabar, Ayah pasti sehat lagi, Kami sangat mencintai Ayah, sama seperti kami mencintai almarhumah Ibunda.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Ayah saya tercinta yang sekarang sedang sakit :'(
Kenapa melalui tulisan? karena saya tidak bisa mengungkapkan atau berbicara langsung kepada Ayah saya. Jangankan berbicara, melihat keadaannya sekarang tidak tega, bibir saya kelu hanya bisa menangis, hiks hiks hiks :'(

Ayah saya mungkin gak akan pernah baca tulisan ini, tapi saya ingin semua orang tau bahwa orang tua itu adalah segalanya, selagi masih bisa berbakti kepada kedua orang tua, berbaktilah,.. sebelum semuanya terlambat dan mereka kembali kepada pemilik-Nya.

Sebagai seorang anak kita wajib berbakti kepada kedua orang tua, selagi mampu, selagi bisa, jangan takut semuanya sia-sia. Tidak ada yang sia-sia dimata Allah. Semua yang kita lakukan untuk kedua orang tua kita akan menjadi ladang pahala dan jalan menuju Surganya Allah, Aamiin...

I Love You So Much (my family)
Peluk Cium :-*
mmmmmmmmmmmmmmmuuuuuuuuuuaaaaaaaaacccccccccchhhhhhhhhhhhhhh


  

Senin, 05 Mei 2014

UNTUKMU AKU BERTAHAN



Tenanglah kekasihku
Ku tahu hatimu menangis
Beranilah tuk percaya
Semua ini pasti berlalu
Meski takkan mudah
Namun kau takkan sendiri
Ku ada disini ..

Untukmu aku akan bertahan
Dalam gelap takkan kutinggalkan
Engkaulah teman sejati
Kasihku di setiap hariku

Untuk hatimu ku kan bertahan
Sebentuk hati yang kunantikan
Hanya kau dan aku yang tahu
Arti cinta yang tlah kita punya

Beranilah dan percaya
Semua ini pasti berlalu
Meski takkan mudah
Namun kau takkan sendiri
Ku ada disini ..

 

 

 

Kamis, 10 Oktober 2013

Selasa, 16 Oktober 2012

Sahabat

 

Darimu aku belajar untuk menjadi diriku sendiri

Darimu aku belajar untuk mendengarkan

Darimu aku belajar untuk selalu bersikap dan berpikir positif

Darimu aku belajar mengenai keikhlasan serta mengucap syukur dalam segala hal

Darimu aku belajar bahwa sahabat akan mengusahakan kebahagiaan untuk Sahabatnya

dan ...

Darimu aku mengenal Indahnya Arti Persahabatan ....